Minggu, 09 September 2018

Materi 1


“HAKIKAT KETERAMPILAN BERBAHASA”

A.     KETERAMPILAN BERBAHASA
Keterampilan berbahasa indonesia mencakup: keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Keterampilan berbahasa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat komunikasi. Komunikasi dapat berupa komunikasi satu arah, komunikasi dua arah, dan multi arah.
Komunikasi satu arah terjadi ketika seseorang mengirim pesan kepada orang lain, sedangkan penerima pesan tidak menanggapi pesan tersebut, seperti khotbah, dan berita TV dan radio.Komunikasi dua arah terjadi ketika seseorang mengirim pesan (mengeluarkan ide, gagasan, pendapat) dan penerima pesan (pendengar) menanggapi isi pesan. Komunikasi multi arah ketika pemberi pesan dan penerima pesan yang jumlahnya lebih dari dua orang yang menanggapi. (Abd. Gafur, 1:2009)Dalam kegiatan komunikasi, pengirim pesan aktif mengirim pesan yang diformulasikan dalam lambang-lambang berupa bunyi atau tulisan, proses ini disebut dengan encoding. Selanjutnya si penerima pesan aktif menerjemahkan lambang-lambang tersebut menjadi menjadi bermakna sehingga pesan tersebut dapat diterima secara utuh, proses ini disebut decoding

B.     ASPEK-ASPEK KETERAMPILAN BERBAHASA
Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar yaitu : menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Keempat keterampilan tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya.
·         Menyimak adalah suatu proses suatu proses kegiatan mendengarkan lambing lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi serta interprestasi untuk memperoleh informasih, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
·         Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan , ide dan perasaan.
·         Membaca yaitu suatu proses penyerapang informasih dari sebuah karya tulis untuk mengetahui informasih yang ingin disampaikan penulis.
·         Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut (Bryne, 1993)

Lebih lanjut Bryne menyatakan bahwa mengarang pada hakikatnya bukan sekedar menulis simbol-simbol sehingga berbentuk kata, dan kata-kata tersusun menjadi kalimat menurut peraturan tertentu, akan tetapi mengarang adalah menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca.

C. Keterkaitan Antar Aspek Keterampilan Berbahasa
a.      Hubungan menyimak dan berbicara
Menyimak dan berbicara merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung. Menyimak bersifat reseftif, sedangkan berbicara bersifat produktif. Misalnya komunikasi yang terjadi antar teman, antar penjual dan pembeli, atau dalam sebuah forum diskusi. Dalam hal ini  A berbicara dan B mendengarkan. Setelah itu giliran B yang berbicara dan A yang mendengarkan. Namun adapula dalam suatu konteks bahwa komunikasi itu terjadi dalam situasi noninteraktif, yaitu suatu pihak saja yang berbicara dan pihak lain hanya mendengarkan.
b.      Hubungan menyimak dan membaca
Menyimak dan membaca sama-sama merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat resesif. Menyimak berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktifitas berbahasa ragam tulis. Penyimak maupun pembaca melakukan aktivitas pengidentifikasian terhadap unsur-unsur bahasa yang berupa suara (menyimak), maupun berupa tulisan (membaca) yang selanjutnya diikuti dengan proses decoding guna guna memperoleh pesan yang berupa konsep, ide, atau informasi.
c.      Hubungan membaca dan menulis
Membaca dan menulis merupakan aktifitas berbahasa ragam tulis. Menulis adalah kegiatan berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca adalah kegiatan yang bersifat reseptif. Seorang penulis menyampaikan gagasan, perasaan, atau informasih dalm bentuk tulisan. Sebaliknya seorang pembaca mecoba memahami gagasan, perasaan, atau informasih yang disajikan dalam bentuk tulisan.
d.       Hubungan menulis dan berbicara
Berbicara dan menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif. Berbicara merupakan kegiatan ragam lisan, sedangkan menulis merupakan kegiatan berbhasa ragam tulis. Menulis pada umumnya merupakan kegiatan berbahasa tak langsung, sedangkan berbicara merupakan kegiatan bahasa yang bersifat langsung. Berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi yang dalam proses itu terjadi pemindahan pesan dari suatu pihak (komunikator) ke pihak lain (komunikan). Pesan yang akan disampaikan kepada komunikan lebih dahulu diubah ke dalam simbol-simbol yang dipahami oleh kedua belah pihak (Abd. Gafur, 6 :2009).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ARTIKEL GANGGUAN BERBAHASA GAGAP

ARTIKEL GANGGUAN BERBAHASA GAGAP Nama              : Hasna Nurjilan NIM                : A1D117008 E-mail             :  jilan091...